Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam perspektif islam

Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra)
dalam perspektif islam

 “Makalah ini ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi”

 

Dosen Pengampu:

Ainun Ni’mati Laily.M.Si

 

Disusun Oleh:

Ikke lutfi mailina (10620080)

Image

 

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2012

 

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Menanam tanaman kultikura terutama sawi pada dasarnya menguntungkan. Pendapatan para petani secara umum tanaman kultikura dibedakan menjadi tiga yaitu (1). Sayuran (2). Buah-buahan (3). Tanaman hias. Dari ketiga kelompok tersebut yang paling berperan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun penunjang pendapatan rumah tangga petani. Sawi bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Sawi yang kita kenal berasal dari tiongkok. Sekarang ini tanaman sawi menjadi tanaman sayuran yang sangat popular di Indonesia. Daunnya dipergunakan untuk membuat sayur campuran mie atau rebus sup-supan. Daerah jawa barat sawi dimakan mentah-mentah sebagai lalap(Isep, 1993).

Menurut data yang ditertibkan oleh direktorat gizi departemen kesehatan komposisi zat makanan yang terkandung dalam setiap 100 grm berat basah sawi. Selain memiliki kandungan vitamin dan zat gizi penting bagi kesehatan. Sawi dipercaya bisa menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk sebagai penyembuh sakit kepala dan lain-lain. Sawi baik juga di konsumsi untuk memperlancar pencernaan. Rasanya renyah segar dengan sedikit rasa pahit pembuatanyya banyak dinikmati selain enak di tumis. Sawi Bangkok banyak dibutuhkan pedagang bakso, mie ayam dan lainnya. Tanaman sawi dikenal Brassica Juncea dengan varietas berikut(Isep,1993):
1.         Sawi jabung, bisa hidup ditanah kering.

2.         Sawi hijau bisa hidup ditanah kering.

3.         Sawi putih tidak tahan terhadap hujan, tidak tahan diserang ulat.

Menanam sawi tidak memerlukan bahan yang luas tetapi bisa ditanam menggunakan kantong-kantong plastik yang disebut Polybag. Untuk memenuhi permintaan diharapkan produksi sayur dalam negeri dapat ditingkatkan memalui peningkatan. Produktivitas perluas areal tanaman. Peningkatan produksi ditempuh dengan perbaikan teknik bercocok tanam. Menanamnya menggunakan media organik arang sekam dan kompos dengan perbandingan satu : sebagai media tanam, pupuk kadang sebagai pemupukan. Namun perbedaan mendasar dalam menggunakan luas lahan. Bercocok tanam dengan polybag untuk bertanam bahan yang sangat sempit, bahkan tidak ada lahan. Selain itu keuntungan lainnya yaitu harganya murah dan perawatannya sederhana. Hasil panennya akan lebih aman, selalu segar dan memenuhi kebutuhan sayuran keluarga(Savitri, 2008).

Alasan di buatnya makalah ini adalah agar para mahasiswa-mahasiswi  dapat mengerti kandungan yang terdapat dalam biji sawi sehingga biji sawi dicantumkan dalam al-qur’an.

2. Rumusan masalah

  1. Bagaimanakah pandangan Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam kajian kesehatan?
  2. Bagaimanakah pandangan Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam kajian keislaman?
  3. Apakah mangfaat dari Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam kehidupan?

 3. Tujuan

  1. Untuk mengetahui pandangan Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam kajian kesehatan.
  2. Untuk mengetahui pandangan Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam kajian keislaman.
  3. Untuk mengetahui mangfaat Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam kehidupan.

 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      Ayat di dalam al-qur’an

            Surat Al Anbiyaa’ ayat 47 yang berbunyi:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

47. Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.

Surat Luqman ayat 16 yang berbunyi:

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِي

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus* lagi Maha mengetahui.

*Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya

2.2.      Gambar Biji sawi atau ‘black mustard’ nama dalam Al-Qur’an: ‘Khardal’ atau خَرْدَلٍ (Brassica nigra)     

ImageImageImageImageImageImage

2.3.      Klasifikasi

Klasifikasi Biji sawi atau ‘black mustard’ nama dalam Al-Qur’an: ‘Khardal’ atau خَرْدَلٍ (Brassica nigra) :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Capparales
                             Famili: Brassicaceae  (suku sawi-sawian)
                                 Genus: Brassica
                                     Spesies: Brassica nigra (L.)( Koch, 1999).

Nama umum

Indonesia:        Sesawi hitam, mustar hitam

Inggris:            Black mustard

Ciri khas family Brassicaceae  (suku sawi-sawian):  Famili Brassicaceae : Tidak mempunyai stipula, bunga majemuk rasemosa, tidak ada braktea, stamen tetradinamous, pistillum 1 dengan ovarium superum beruang 2 (Sulisetjono,2011).

Famili yang paling primiti dari sub kelas Dillenidae ini adalah famili Dilleniaceae. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah skor seriasinya adalah sebesar 22. Sedangkan famili yang paling maju adalah famili Cucurbitaceae yang ditunjukkan dengan skor total hasil seriasinya adalah 53. Dengan demikian urutan keprimitifannya adalah dimulai dari Dilleniaceae (22), Theaceae (34), Malvaceae (37), Passifloraceae (39), caricaceae (40) Brassicaceae (46) dan yang paling maju adalah Cucurbitaceae (53). Adapun ciri khas yang dimiliki oleh masing masing famili Brassicaceae memilki ciri khas (Savitri, 2008):

  • Daun tunggal tanpa stipul
  • Bunga rasemosa
  • Calix 5, corolla 4 lepas
  • Diadelphus
  • Pistillum 1
  • Duduk daun roset
  • Actinomorf
  • Stamen 6 (4 panjang 2 pendek)
  • Tetradinamous
  • Buah kapsul

 Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan sendri bahwa habitus Brassica nigra (Sawi hitam) adalah berupa herba yang banyak mengandung air, atau biasa disebut sukulen.

  1. Akarnya  Brassica nigra (Sawi hitam) adalah akar tunggang.
  2. Batangnya Brassica nigra (Sawi hitam) adalah bening, berair dan banyak mengandung air. Batangnya pendek sekali dan beruas-ruas sehingga hampir tidak kelihatan.
    1. Bentuk:                  Silinder
    2. Penampang:         Membulat
    3. Tekstur:                 Halus
    4. Lain-lain:                Pendek beruas, berwarna hijau
    5. Daun Brassica nigra (Sawi hitam)
      1. Macam:     Tunggal
      2. Bentuk:      Melebar panjang
      3. Letak:        Tersebar
      4. Tekstur:     Halus
      5. Urat daun: Tidak sejajar
      6. Tepi daun: Rata
    6. Bunga rasemosa
    7. Calix 5, corolla 4 lepas
    8. Diadelphus
    9. Pistillum 1
    10. Actinomorf
    11. Stamen 6 (4 panjang 2 pendek)
    12. Tetradinamous
    13. Biji dan biji

Buah yang berisi biji. Buah sawi termasuk buah polong. Bentuknya memanjang dan berongga. Tiap buah berisi 2-8 butir biji dengan ciri-ciri bentuk bulat kecil berwarna coklat.

2.3. Daerah asal Brassica nigra (Sawi hitam)

Daerah Asal dan Penyebaran Geografis Sawi tidak asli dari Indonesia dan nama caisim berasal dari Cina sehingga banyak yang menyebutnya kubis Cina. Di Cina tanaman dikembangkan sejak  2.500 tahun yang lalu dan   menyebar ke Filipina dan Taiwan. Caisim berkembang pesat di daerah subtropis maupun tropis. Sawi masuk ke Indonesia abad ke–XIX, bersama lintas perdagangan jenis sayuran sub tropis lainnya. Jenis sawi yang ada di Indonesia yaitu sawi putih, sawi huma, sawi bakso, sawi keriting, dan sawi monument(Kimball,1994).

Tanaman yang termasuk family Brassica real bukan tanaman asli Indonesia, tanaman ini dikenal sejak zaman purbakala tahun 2500-2000 tahun yang lalu. Bassica Juncea adalah tanaman musim dingin di Hongkong.Tunas utama cukup kecil dan tidak ada daun-daun yang menyebar ditanah.

Tanaman sawi yang kita kenal belum diketahui jelas kapan datang ke Indonesia. Sawi ini berasal dari China dan ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Jenis-jenis Sawi Di Indonesia ada 3 jenis sawi(Kimball, 1994):           

1. Sawi putih dan sawi jabung : ciri-cirinya batang pendek, tegap daunnya lebar berwarna hijau tua dan tangkai daunnya panjang.           

2. Sawi hijau : ciri-cirinya batang pendek, daunnya berwarna hijau, rasanya agak pahit.

3. Sawi huma : ciri-cirinya batangnya pendek, daunnya panjang sempit warna hijau tangkai daun panjang bersayap.

Varietas Sawi di Indonesia budi daya sawi belum pesat. Beberapa varietas sawi yang berkembang di Indonesia adalah caigran dan sawi putih. Di luar negeri sawi dikenal dengan mustara. Beberapa jenis sawi hasil persilangan King Mustard, Swhlihung, dan Bay. Sin. Tipe baru dari mustard B. Juncea Var farietas Mike giant. Thailand.memperkenalkan sawi farietas Mustard green dan green pakchoy. Syarat-syarat Tumbuhan Tanaman Sawi(Lovelles, 1987)

1. Iklim

Sawi dikenal sebagai sayuran beriklim sedang tetapi sawi berkembang di daerah panas. Kondisi iklim pertumbuhan sawi yaitu daerah yang mempunyai suhu malam 15,6oc, siang hari 21,1oc serta matahari antara 10-13 jam perhari. Meskipun demikian. Varietas sawi tahan suhu panas dan berproduksi baik didaerah yang bersuhu 27oC – 32oC. Di Indonesia sawi umumnya dibudidayakan di dataran tinggi, kondisi iklim sejuk dan lembab, serta kisaran suhu udara antara 27oc – 25oc. Sawi tidak hanya ditanam di dataran rendah tetapi didataran tinggi juga hidup hasil persilangan tanaman antara caisin , petsai granat

2. Tanah

Sawi sangat menyukai tanah yang gembur dan subur tanah yang mengandung zat organik. Sawi bisa dibilang tanaman yang hidup ditanah yang kandungan garamnya tinggi. Sawi banyak dijumpai dan dibudidayakan didaerah Cipanas, Sumbang, Malang, Tasari, laut dan daerah dataran tinggi lainnya.

Nilai Sosial dan Ekonomi Tanaman Sawi Sawi dan petsai adalah sayuran cruifareal yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Diantara jenis sayuran yang dapat ditanam di Indonesia. Sawi merupakan komoditas yang memiliki nilai komersil dan prospek yang baik. Jumlah penduduk Indonesia makin bertambah karena meningkatkan kesadaran akan kebutuhan gizi. Itu menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran sawi dan selada pada khususnya. Di Indonesia banyak sekali masakan yang menggunakan daun sawi baik sebagai bahan pokok dan lain-lain seperti(Lovelles, 1997):

1. Media Organik

Media organik yaitu media tanaman untuk tempat pertumbuhan banyak terkandung bahan organik sebagai unsur hara tanaman. Bahan organik yang merupakan sumber unsur hara tanaman penting dan sangat berpengaruh terhadap sifat tanah. Menahan dari pencucian serta memperbaiki tata air dan udara dalam tanah. Bahan organik merupakan perombakan menjadi senyawa yang sederhana. Organisme tanah memegang peranan penting dalam   proses dikomposisi. Bahan organik yang terkandung dalam media diperoleh dari pupuk kandang, kompos, arang sekam, serasah dan pupuk hijau.  Ada beberapa kelebihan dari pupuk organik yaitu (Tjitrosoepomo,1993):

1. Memperbaiki struktur tanah

2. Menaikkan daya serap tanah

3. Menaikkan kondisi kehidupan didalam tanah

4. Sebagai zat sumber makanan bagi tanaman

Penggunaan media organik jika dibandingkan dengan konvensional kelebihannya yaitu tidak menggunakan pupuk kimia selama penanaman penyediaan unsur hara dalam tanah, mengingat pupuk tidak merusak struktur tanah akibat residu tanah berasal dari bahan kimia yang terkandung di dalam pupuk(Tjitrosoepomo,1993).

a) Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berupa campuran dari kotoran padat, cair atas kandang dan sisa-sisa makanan ternak. Pupuk kandang dikatakan pupuk yang lengkap karena mengandung semua zat-zat makanan tanaman yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro N.P.K. dan Mg. Pupuk kandang mengandung bahan organic yang mudah lapuk, terdiri dari tiga proses pelapukan(Savitri, 2008):

(1)Secara fisika

(2)Secara kimia

(3)Oleh jasad-jasad mikro

Unsur nitrogen di dalam tanah berasal dari bahan organik, sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati serta hasil fiksasi.Nitrogen merupkan komponen dari asam amino dalam pembentukan protein dan sebagai unit structural dari butir hijau daun. Nitrogen diambil dari tanaman dalam bentuk NH4 + dan NO3. Peranan nitrogen bagi tanaman adalah merangsang pertumbuhan vegetative yaitu menambah tinggi tanaman(Wildyan, 1999).

b). Kompos

Kompos ialah salah satu jenis pupuk alam hasil pelapukan dari bahan sperti daun-daunan jerami, alang-alang, rumput, dedak kotoran hewan dan sampah kota. Kandungan utama kompos adalah bahan organic, selain itu memiliki unsur hara seperti Nitrogen, eosfot, Kalium, Magnesium(Wildyan, 1999).

c) Arang Sekam

Arang sekam adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran sekam yang tidak sempurna seperti pada abu sekam putik. Media arang sekam mempunyai sifat yang hamper sama dengan media pasir kasar yang telah steril. Pembuatan arang sekam padi menurut Lingga seperti berikut : sekam padi kering ditaruh di atas tungku pembakaran. Sekam terbakar menajdi bara, disiram air sambil diaduk-aduk. Arang sekam yang belum jadi abu yang digunakan sebagai media tanam(Wildyan, 1999).

2.4  Kajian keislaman

Surat Luqman ayat 16 yang berbunyi:

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِي

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus* lagi Maha mengetahui.

*Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.

 Berikut pendapat para Mufassir mengenai ayat di atas:
Di dalam tafsir Qurtuby, ayat di atas menggambarkan percakapan antara Luqman al Hakim dengan anaknya. Luqman al Hakim menjelaskan kepada anaknya bagaimana kemampuan kudratullah / kadar kekuasaan Allah SWT. Selanjutnya Luqman al Hakim juga mencoba memberi pemahaman bahwa setitik debu tersebut tidak merasa dapat memberikan sumbangsih beban dalam sebuah timbangan. Selanjutnya, jika manusia diberi rizki oleh Allah SWT walaupun seberat biji sawi / sebutir pasir / atom, di tempat-tempat yang telah ditentukanNya, pasti Allah SWT akan memberinya/tidak mendustainya. Dan janganlah kita terlalu memaksakan atau menjadi makhluk yang sangat ambisius dalam mencari rizki yang membuat kita lalai terhadap kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT(Syamsyudin, 1955).

Sedangkan Ibn Katsir menulis bahwa ayat di atas merupakan wasiat yang berupa cerita yang sangat bermanfaat yang terdapat dalam Al Qur’an melalui kisah Luqman al Hakim. Selanjutnya, ayat tersebut juga menceritakan ketika kita melakukan kezholiman atau kesalahan, walaupun itu hanya sebesar zarrah (atom) maka itu akan dihadirkan oleh Allah SWT pada hari kiamat dan diletakkan dalam timbangan keadilan. Dan Allah SWT akan membalas setiap kebaikan dengan kebaikan, begitupun sebaliknnya, Allah SWT akan membalas setiap perbuatan buruk yang dilakukan manusia dengan keburukan pula(Nawawi,1993).

Ayat keenambelas pada surah Luqman juga menjelaskan pemahaman mengenai sifat-sifat Allah SWT. di antaranya Allah SWT Mahakaya, Mahatahu dan Mahahalus, keyakinan terhadap sifat-sifat Allah SWT akan menjadikan anak memiliki dorongan yang kuat untuk menaati segala perintah Allah SWT. Kekuatan akidah merupakan landasan untuk menaati semua perintah Allah SWT berupa taklif hukum yang harus dijalankan sebagai konsekuensi keimanan. Oleh karena itu, perlu motivasi yang kuat, ketekunan yang sungguh-sungguh, serta kreativitas yang tinggi dari para orangtua terhadap upaya penanaman akidah yang kuat kepada anak.

PESAN PENDIDIKAN PADA AYAT

Sebagai sebuah kesimpulan, pesan pendidikan yang terdapat dalam surah Luqman ayat keenambelas  adalah:

1.Tanamkan aqidah yang kuat terhadap anak. Hal ini sangat diperlukan agar anak-anak mampu berbuat kebaikan meskipun hal yang dilakukannya sangat kecil dan mungkin dianggap tidak memiliki arti apa-apa. Akan tetapi, di mata Allah SWT perbuatan baik sekecil apapun akan Allah SWT balas sesuai dengan apa yang kita lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat keenambelas.

2. Berikan kesadaran kepada akan sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Allah SWT. seperti Mahakaya, Mahamengetahui dan Mahateliti. Hal tersebut dilakukan agar anak menyadari bahwa setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia pasti Allah SWT akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

3.Perintahkan kepada anak agar senantiasa mengerjakan sholat. Tentu sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kewajiban-kewajiban yang bertujuan menyempurnakan ibadah sholat anak. Berikan pengetahuan kepada mereka mengenai hal-hal yang berkaitan tentang sholat. Seperti rukun, sunnah, balasan bagi yang senantiasa mengerjakannya serta yang meninggalkannya.

4.Ajarkan kepada mereka agar berani menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Contohkan kebaikan-kebaikan kepada mereka agar mereka mendapat figur teladan yang nyata dihadapannya. Sinergikan antara perkataan dan perbuatan yang membuat mereka memiliki contoh nyata untuk ditiru. Penyakit terbesar seorang orangtua maupun pendidik adalah tidak menyatunya antara perbuatan yang diperintahkan olehnya dengan tindakan    atau perilakunya.

5.Perintahkan kepada mereka agar mampu bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan dalam proses amr ma’ruf nahy munkar. Jelaskan kepada mereka agar menjadi pribadi-pribadi yang tidak mudah putus asa dalam berdakwah. Pahamkan juga bahwa ketika kita menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, maka sudah dapat dipastikan halangan dan rintangan akan datang menerjang. Butuh konsistensi agar dapat menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa. Dan itu adalah kewajiban bagi setiap orang beriman.

Surat Al Anbiyaa’ ayat 47 yang berbunyi:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

47. Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.

Tafsir Ibn Katsir juga berkata bahwa jikalau zarrah tersebut berada dalam sebuah penjagaan atau tertutup dan sekalipun berada di tengah padang pasir nan luas, atau hilang di langit atau di bumi. Maka sesungguhnya Allah SWT pasti akan mendatangkannya. Karena tidak ada yang mampu sembunyi dari ilmuNya yang Mahahalus dan Mahatahu dan meliputi segala sesuatu. Sehingga seekor semut yang melata di malam yang gelap gulita-pun tak akan luput dari penglihatan-Nya(Al zuhaili, 1996).

Syaikh Wahbah al Zuhaili, 1996 menjelaskan bahwa seandainya kebaikan atau keburukan dan kedzholiman yang dilakukan menyamai sebutir pasir atau sebesar biji sawi, bahkan lebih kecil dari itu, dan terletak jauh atau sangat tinggi melebihi langit, atau sangat rendah melebihi perut bumi, maka Allah SWT akan hadirkan perbuatan tersebut pada hari kiamat di antara timbangan  timbangan amal manusia.

Sementara itu Syaikh Nawawi al Bantani,1993 dalam kitabnya Marah Labid li Kasyfi Ma’na Qur’anil Majiid menjelaskan bahwa segala sesuatu yang yang dilakukan manusia dan sekecil apapun itu, serta dimanapun kita melakukan perbuatan itu, apakah di bumi atau di langit maka Allah SWT akan menghadirkannya dan menghitungnya. Sungguh ilmu Allah SWT meliputi segala sesuatu.

Dari berbagai penafsiran mengenai ayat di atas, para mufassir umumnya memiliki pandangan yang sama. Kesamaan pandangan seperti segala perbuatan yang dilakukan manusia walaupun perbuatan itu tak lebih besar dari sebutir biji pasir atau sebutir biji sawi maka, maka Allah SWT akan menghadirkannya pada hari perhitungan amal, dan Allah SWT tidak akan merugikan hambanya sedikitpun. Ini menunjukkan sifat Mahakaya dan Mahateliti Allah SWT. Serta Allah SWT Mahamengetahui mengenai apa saja yang dilakukan oleh hambanya, baik itu di langit, di dalam sebuah batu atau di dalam bumi, maka Allah SWT akan membalas perbuatan hamba-hamba Nya pada hari kiamat kelak. Sungguh, ilmu Allah SWT meliputi segala sesuatu. Tak ada satu makhlukpun yang mampu bersembunyi dari pandangan-Nya, ketika seekor semut berjalan di atas batu yang hitam pada malam yang kelam, maka hal tersebut tak luput dari pandangan Allah SWT.

2.5. Kajian kesehatan

Selama ini hanya mengenal sawi sebagai sayuran. Disebut  sebagai caisim untuk mie bakso, atau sebagai cah caisim. Padahal sawi adalah penghasil biji untuk diolah menjadi mustard oil (minyak)  dan condiment (bumbu/saus). Di India, mustard oil adalah bahan minyak goreng yang cukup penting. Selain itu minyak biji sawi juga merupakan bahan industri farmasi, campuran minuman keras, terutama wine. Di Rusia, mustard oil bahkan digunakan untuk substitusi olive oil (minyakzaitun). Saat ini, India juga sedang  merancang sebuah agroindustri mustard oil untuk bahan baku biodiesel. Meskipun produktivitas sawi hanya 1.300 liter minyak per hektar per tahun.

Biji sawi yang diameternya hanya 1 mm itu potensial menghasilkan minyak karena di kawasan sub tropis, sawi ini lebih banyak menghasilkan biji daripada daun. Sawi yang ditanam untuk memproduksi  mustard oil dan mustard condiment, hampir tidak pernah menghasilkan daun. Begitu tumbuh beberapa lembar daun, sawi ini langsung meninggi, dengan daun makin mengecil dan jarak makin jarang. Pucuk ini terus meninggi dengan sangat cepat lalu mengeluarkan bunga di antara daun-daunnya yang semakin menyempit. Produktivitas biji jenis sawi ini paling 4 ton biji kering, setara dengan 1,5 ton mustard oil per tahun. Rata-rata hasil per hektar per musim tanam hanyalah 1,5 sd. 2 ton biji kering(Sumardi, 1993).

Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C(Sumardi, 1993).

Selain memiliki kandungan vitamin dan zat gizi yang penting bagi kesehatan, sawi juga dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Sawi bersifat menghangatkan dan berkhasiat sebagai anti inflamasi. Daun sawi berguna untuk peluruh air seni, radang ginjal, dan bisul. Akarnya berguna sebagai obat batuk kering, obat nyeri pada tenggorokkan, dan peliruh air susu. Bijinya berguna sebagai penyembuh sakit kepala, haid tidak teratur, kandung empedu, nifas, rheumatik, dan skiatika ( sakit pinggang), radang, dan selesma. Sawi juga sebagai bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi kerja ginjal, dan seratnya untuk memperbaiki serta memperlancar pencernaan. Komposisi zat-zat yang terkandung dalam sawi sangat baik untuk kesehatan dan kebugaran wanita. (Sumardi, 1993).

Resep untuk kesehatan

Bisul:Daun sawi segar sebanyak 25 gram ditambah air 125 ml, dibuat jus kemudian diminum 1 kali sehari sebanyak 100 ml.

Batuk dan Tenggorokan Gatal:Akar sawi segar secukupnya dikunyah dan ditelan cairannya. Dilakukan sampai sembuh.

Sakit pada saat Haid:Sawi segar dimasak sampai mendidih sehingga diperoleh ekstrak klorofilnya. Setelah dingin   ekstrak tersebut diminum.

Rheumatik dan Skiatika:Daun sawi secukupnya dicuci dan dipotong-potong, ditambah sedikit air kemudian diblender. Sawi yang telah halus dipanaskan kemudian dapat ditambah sedikit minyaktanah Sehelai kain flanel direndam dalam sawi halus yang panas tersebut kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

 

BAB III

PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Selain memiliki kandungan vitamin dan zat gizi yang penting bagi kesehatan, sawi juga dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Sawi bersifat menghangatkan dan berkhasiat sebagai anti inflamasi. Daun sawi berguna untuk peluruh air seni, radang ginjal, dan bisul. Akarnya berguna sebagai   obat batuk kering, obat nyeri pada tenggorokkan, dan peliruh air susu. Bijinya berguna sebagai penyembuh sakit kepala, haid tidak teratur, kandung empedu, nifas, rheumatik, dan skiatika ( sakit pinggang), radang, dan selesma. Sawi juga sebagai bahan pembersih darah,memperbaiki fungsi kerja ginjal, dan seratnya untuk memperbaiki    serta memperlancar pencernaan. Komposisi zat-zat yang terkandung dalam sawi sangat baik untuk kesehatan dan kebugaran wanita.

1.2 Saran

Saran dalam pembuatan makalah yang berjudul Biji sawi atau ‘black mustard’ atau (Brassica nigra) dalam perspektif islam adalah agar tugas pembuatan makalah ini disertai pengamatan, agar lebih memahami  dengan sepenuhnya. Semoga tugas-tugas akhir TTT berikutnya lebih baik,amin…………………….

 

DAFTAR PUSTAKA

Al Zuhaili, Wahbah ibn Musthofa ,1996. Tafsir al Muniir lil Zuhayli (Al Maktabah Al Syamilah, Juz 21).Mesir: Al-barokah.

Iserep, Sumardi. 1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Bandung : ITB

Ismail ibn Umar ibn Katsir, Abu Fida .1965. Tafsir Ibnu Katsir, (Al Maktabah Al Syamilah, Juz VI) . Jakarta: As-syamsiah muktabah.

Kimball, John W. 1994. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. jakarta : Erlangga

Loveless A. R. 1987. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik Jilid I. Jakarta : PT Gramedia Utama

Nawawi al Jawi al Bantani, Muhammad ibn Umar.1993. Marah Labid li Kasyfi Qur’anil Majiid, (Al Maktabah Al Syamilah, Juz II).Arab: LAI

Savitri, sandi, Evika, MP. 2008. Petunjuk Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan . Malang : UIN Pres

Syamsuddin al Qurtuby, Abu Abdullah.1955. Tafsir al Qurtuby, (Al Maktabah Al Syamilah, Juz 14) Jakarta : LAI.

Tjitrosoepomo, Gembong. 1993. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta :  UGM Press

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s